BAB I PELUANG – SMK KELAS XII TEKNOLOGI INFORMATIKA

TUGAS MATEMATIKA

BAB I

PELUANG

 

1). Pengertian Kaidah Pencacahan (Counting Slots)

Kaidah pencacahan atau Caunting Slots adalah suatu kaidah yang digunakan untuk menentukan atau menghitung berapa banyak cara yang terjadi dari suatu peristiwa. Kaidah pencacahan terdiri atas :

a. Pengisian tempat yang tersedia (Filling Slots),

b. Permutasi, dan

c. Kombinasi.

2). Pengisian Tempat yang Tersedia (Filling Slots)

Apabila suatu peristiwa pertama dapat dikerjakan dengan k1 cara yang berbeda, peristiwa kedua dapat dikerjakan dengan k2 yang berbeda dan seterusnya sampai peristiwa ke-n, maka banyaknya cara yang berbeda dari semua peristiwa tersebut adalah K, di mana :

Contoh :

Misalkan dari Semarang ke Bandung ada dua jalan dan dari Bandung ke Jakarta ada 3 jalan. Berapa banyak jalan yang dapat ditempuh untuk bepergian dari Semarang ke Jakarta melalui Bandung?

Jawab:

Dari Semarang ke Bandung ada 2 jalan dan dari Bandung ke Jakarta ada 3 jalan. Jadi, seluruhnya ada 2 x 3 = 6 jalan yang dapat ditempuh.

3). Permutasi

a. Permutasi n unsur yang berbeda

Contoh :

4 orang duduk di sebuah bangku panjang, jika masing-masing saling bertukar tempat posisi ada berapa susunan yang dapat di bentuk..??

Jawab :

n = 4! = 4 . 3 . 2 . 1 = 24

b. Permutasi n unsur dengan unsur ada yang sama

Banyaknya permutasi nPn di mana ada a objek yang sama, b objek yang sama, dan seterusnya ditulis P, dirumuskan :

Contoh :

Tentukan banyak susunan huruf yang berbeda yang dapat dibentuk dari huruf- huruf pada kata MATEMATIKA ?

Jawab :

c. Permutasi r unsure dari n unsure yang berbeda

Susunan k objek yang berbeda dari n objek yang tersedia di mana k ≤ n sering dipopulerkan dengan istilah Permutasi k objek yang berbeda dari n objek yang tersedia. Banyak permutasi k objek dari n objek di tulis nPk dapat dirumuskan :

Contoh :

Berapa banyak permutasi dua huruf yang diambil dari huruf-huruf A,B,C,D dan E..??

Jawab :

d. Permutasi Melingkar (Siklis)

Jika ada n objek duduk melingkar, maka banyak susunan yang terjadi ada (n – 1)! Sehingga diperoleh definisi: Jika ada n objek yang berbeda dan disusun dalam bentuk siklik (melingkar), maka banyaknya susunan yang terjadi (permutasi siklik atau P siklik) adalah:

Contoh :

Dari 8 peserta konferensi akan menempati kursi pada meja bundar, berapa macam susunan posisi duduk yang dapat terjadi?

Jawab:

P siklik = (8 –1)! = 7! = 5.040 susunan

4). Kombinasi

Susunan k objek dengan urutan tidak diperhatikan dari n objek yang tersedia di mana k ≤ n sering dipopulerkan dengan istilah Kombinasi k objek dari n objek yang tersedia. Dirumuskan:

Contoh :

 

5). Menghitung Peluang Suatu Kejadian

a. Peluang dari suatu kejadian

Peluang dari suatu kejadian adalah perbandingan antara banyaknya titik sample dan ruang sampel dari suatu kejadian dan dirumuskan dengan :

 

 

 

 

 

 

Contoh :

Pada pelemparan sebuah dadu, tentukanlah peluang kejadian muncul:

a. Bilangan 2?

b. Bilangan prima?

Jawab :

 

 

 

 

 

 

b. Freakuensi Harapan

Frekuensi harapan suatu kejadian Fh dari suatu percobaan adalah hasil kali peluang P(A) dengan banyaknya percobaan n :

Contoh :

Tiga buah uang logam yang bersisi gambar (G) dan angka (A) dilempar bersama-sama sebanyak 80 kali, tentukan harapan munculnya ketiganya Angka..??

Jawab :

S = {GGG, GGA, GAG, AGG, AAG, AGA, GAA, AAA}, sehingga n(S) = 8

 

 

 

c. Kejadian Saling Lepas (Atau)

Jika P(A) adalah kejadian dari A dan P(B) adalah kejadian dari B, maka kejadian saling bebas antara A dan B adalah :

Contoh :

Sebuah dadu dilempar sekali. Berapa peluang munculnya bilangan ≤ 2 atau ≥ 4?

Jawab :

 

 

 

 

 

 

d. Kejadian Tidak Saling Lepas

Jika A adalah munculnya kejadian A dan B adalah munculnya kejadian B dimana A dan B

tidak saling lepas karena ada anggota A yang juga anggota B, maka peluang A atau peluang

B adalah :

Contoh :

Dari satu set kartu brige akan diambil satu kartu. Berapa peluang terambilnya kartu raja

atau kartu kriting..??

Jawab :

 

 

 

 

 

 

e. Kejadian Saling Bebas (Dan)

Misalkan A dan B adalah kejadian-kejadian pada ruang sampel S. A dan B disebut dua kejadian saling bebas apabila kemunculan kejadian yang satu tidak dipengaruhi oleh kemunculan kejadian lainnya.Dengan demikian dapat dikatakan bahwa:

Contoh :

Dua dadu berwarna biru dan putih dilempar bersama-sama. A adalah kejadian muncul bilangan 4 pada dadu biru dan B adalah kejadian muncul bilangan 3 pada dadu putih. Apakah kejadian A dan B merupakan dua kejadian saling bebas? Jika ya tentukan peluang muncul bilangan 4 pada dadu biru dan bilangan 3 pada dadu putih?

Jawab :

f. Kejadian Tidak Saling Bebas

Jika salah satu kejadian mempengaruhi terjadinya kejadian yang lain maka dua kejadian tersebut tidak saling bebas (kejadian bersyarat). Pada kejadian bersyarat berlaku :

Contoh :

Sebuah kantong berisi 6 kelereng hitam dan 3 kelereng putih. Diambil secara acak dua kali berturut-turut masing-masing satu tanpa pengembalian. Berapa peluang mendapatkan Hitam pada pengambilan pertama dan putih pada pengambilan kedua…??

Jawab :

Penanggulangan Limbah Gas

Penanggulangan Limbah Gas

Industri selalu dikaitkan sebagai sumber pencemar karena aktivitas industri merupakan kegiatan yang sangat tampak dalam pembebasan berbagai senyawa kimia ke lingkungan. Teman-teman sering melihat asap tebal membubung keluar dari cerobong pabrik? Ya, asap tebal tersebut merupakan limbah gas yang dikeluarkan pabrik ke lingkungan. Bagaimanakah teknologi pengolahan limbah gas tersebut sebelum akhirnya dibuang ke lingkungan bebas?

Sebagian jenis gas dapat dipandang sebagai pencemar udara terutama apabila konsentrasi gas tersebut melebihi tingkat konsentrasi normal dan dapat berasal dari sumber alami (seperti gunung api) serta juga gas yang berasal dari kegiatan manusia (anthropogenic sources). Senyawa pencemar udara itu sendiri digolongkan menjadi (a) senyawa pencemar primer, dan (b) senyawa pencemar sekunder. Senyawa pencemar primer adalah senyawa pencemar yang langsung dibebaskan dari sumber sedangkan senyawa pencemar sekunder ialah senyawa pencemar yang baru terbentuk akibat antar-aksi dua atau lebih senyawa primer selama berada di atmosfer.

Dari sekian banyak senyawa pencemar yang ada, lima senyawa yang paling sering dikaitkan dengan pencemaran udara ialah: karbonmonoksida (CO), oksida nitrogen (NOx), oksida sulfur (SOx), hidrokarbon (HC), dan partikulat (debu).

Definisi dari pencemaran udara itu sendiri ialah peristiwa pemasukan dan/atau penambahan senyawa, bahan, atau energi ke dalam lingkungan udara akibar kegiatan alam dan manusia sehingga temperatur dan karakteristik udara tidak sesuai lagi untuk tujuan pemanfaatan yang paling baik. Atau dengan singkat dapat dikatakan bahwa nilai lingkungan udara tersebut telah menurun.

Pencemaran udara yang disebabkan oleh aktivitas manusia dapat ditimbulkan dari 6 (enam) sumber utama, yaitu:

  1. pengangkutan dan transportasi
  2. kegiatan rumah tangga
  3. pembangkitan daya yang menggunakan bahan bakar fosil
  4. pembakaran sampah
  5. pembakaran sisa pertanian dan kebakaran hutan
  6. pembakaran bahan bakar dan emisi proses

    Suatu penelitian dari Ross [1972] menyatakan bahwa pengangkutan merupakan sumber yang memberikan iuran terbesar dalam emisi pencemar per tahun dan hal ini terus meningkat karena adanya penambahan kendaraan dalam lalu lintas di jalan raya pada lima tahun terakhir. Di Amerika Serikat, industri memberikan bagian yang relatif kecil pada pencemaran atmosferik jika dibandingkan dengan pengangkutan. Namun, karena kegiatan industri merupakan aktivitas yang mudah diamati dan merupakan golongan sumber pencemaran titik (point source of pollution), masyarakat pada umumnya lebih menganggap industri sebagai sumber utama polutan yang menyebabkan udara tercemar. Belum lagi dengan limbah padat dan limbah cair industri yang semakin memperparahimage negatif industri di masyarakat.

    Unsur-unsur pencemaran gas pada udara

    a. Karbon monoksida (CO)

    Pencemaran karbon monoksida berasal dari sumber alami seperti: kebakaran hutan, oksidasi dari terpene yang diemisikan hutan ke atmosfer, produksi CO oleh vegetasi dan kehidupan di laut. Sumber CO lainnya berasal dari sumber antropogenik yaitu hasil pembakaran bahan bakar fosil yang memberikan sumbangan 78,5% dari emisi total. Pencemaran dari sumber antropogenik 55,3% berasal dari pembakaran bensin pada otomotif.

    b. Nitrogen oksida (NOx)

    Cemaran nitrogen oksida yang penting berasal dari sumber antropogenik yaitu: NO dan NO2. Sumbangan sumber antropogenik terhadap emisi total ± 10,6%.

    c. Sulfur oksida (SOX)

    Senyawa sulfur di atmosfer terdiri dari H2S, merkaptan, SO2, SO3, H2SO4

    garam-garam sulfit, garam-garam sulfat, dan aerosol sulfur organik. Dari cemaran tersebut yang paling penting adalah SO2 yang memberikan sumbangan ± 50% dari emisi total. Cemaran garam sulfat dan sulfit dalam bentuk aerosol yang berasal dari percikan air laut memberikan sumbangan 15% dari emisi total.

    d. Hidrokarbon (HC)

    Cemaran hidrokarbon yang paling penting adalah CH4 (metana) + 860/ dari emisi total hidrokarbon, dimana yang berasal dari sawah 11%, dari rawa 34%, hutan tropis 36%, pertambangan dan lain-lain 5%. Cemaran hidrokarbon lain yang cukup penting adalah emisi terpene (a-pinene p-pinene, myrcene, d-Iimonene) dari tumbuhan ± 9,2 % emisi hidrokarbon total. Sumbangan emisi hidrokarbon dari sumber antrofogenik 5% lebih kecil daripada yang berasal dari pembakaran bensin 1,8%, dari insineratc dan penguapan solvent 1,9%.

    e. Partikulat

    Cemaran partikulat meliputi partikel dari ukuran molekul s/d > 10 μm.

    Partikel dengan ukuran > 10 μm akan diendapkan secara gravitasi dari atmosfer, dan ukuran yang lebih kecil dari 0,1 μm pada umumnya tidak menyebabkan masalah lingkungan. Oleh karena itu cemaran partikulat yang penting adalah dengan kisaran ukuran 0,1 – 10 μm. Sumber utama partikulat adalah pembakaran bahan bakar ± 13% – 59% dan insinerasi.

    f. Karbondioksida (CO2)

    Emisi cemaran CO2 berasal dari pembakaran bahan bakar dan sumber alami. Sumber cemaran antropogenik utama adalah pembakaran batubara 52%, gas alam 8,5%, dan kebakaran hutan 2,8%

    g. Metana (CH4)

    Metana merupakan cemaran gas yang bersama-sama dengan CO2, CFC, dan N2O menyebabkan efek rumah kaca sehingga menyebabkan pemanasan global. Sumber cemaran CH4 adalah sawah (11%), rawa (34%), hutan tropis (36%), pertambangan dll (5%). Efek rumah kaca dapat dipahami dari Gambar 30. Sinar matahari yang masuk ke atmosfer sekitar 51% diserap oleh permukaan bumi dan sebagian disebarkan serta dipantulkan dalam bentuk radiasi panjang gelombang pendek (30%) dan sebagian dalam bentuk radiasi inframerah (70%). Radiasi inframerah yang dipancarkan oleh permukaan bumi tertahan oleh awan. Gas-gas CH4, CFC, N2O, CO2 yang berada di atmosfer mengakibatkan radiasi inframerah yang tertahan akan meningkat yang pada gilirannya akan mengakibatkan pemanasan global.

    h. Asap kabut fotokimia

    Asap kabut merupakan cemaran hasil reaksi fotokimia antara O3, hidrokarbon dan NOX membentuk senyawa baru aldehida (RHCO) dan Peroxy Acil Nitrat (PAN) (RCNO5).

    i. Hujan asam

    Bila konsentrasi cemaran NOx dan SOX di atmosfer tinggi, maka akan diubah menjadi HNO3 dan H2SO4.

    Adanya hidrokarbon, NO2, oksida logam Mn (II), Fe (II), Ni (II), dan Cu (II) mempercepat reaksi SO2 menjadi H2SO4.

    HNO3 dan H2SO4 bersama-sama dengan HCI dari emisi HCI menyebabkan derajad keasaman (pH) hujan menjadi rendah

    Pengendalian Pencemaran

    Pengendalian pencemaran akan membawa dampak positif bagi lingkungan karena hal tersebut akan menyebabkan kesehatan masyarakat yang lebih baik, kenyamanan hidup lingkungan sekitar yang lebih tinggi, resiko yang lebih rendah, kerusakan materi yang rendah, dan yang paling penting ialah kerusakan lingkungan yang rendah. Faktor utama yang harus diperhatikan dalam pengendalian pencemaran ialah karakteristik dari pencemar dan hal tersebut bergantung pada jenis dan konsentrasi senyawa yang dibebaskan ke lingkungan, kondisi geografik sumber pencemar, dan kondisi meteorologis lingkungan.

    Pengendalian pencemaran udara dapat dilakukan dengan dua cara yaitu pengendalian pada sumber pencemar dan pengenceran limbah gas. Pengendalian pada sumber pencemar merupakan metode yang lebih efektif karena hal tersebut dapat mengurangi keseluruhan limbah gas yang akan diproses dan yang pada akhirnya dibuang ke lingkungan. Di dalam sebuah pabrik kimia, pengendalian pencemaran udara terdiri dari dua bagian yaitu penanggulangan emisi debu dan penanggulangan emisi senyawa pencemar.

    Alat-alat pemisah debu bertujuan untuk memisahkan debu dari alirah gas buang. Debu dapat ditemui dalam berbagai ukuran, bentuk, komposisi kimia, densitas, daya kohesi, dan sifat higroskopik yang berbeda. Maka dari itu, pemilihan alat pemisah debu yang tepat berkaitan dengan tujuan akhir pengolahan dan juga aspek ekonomis. Secara umum alat pemisah debu dapat diklasifikasikan menurut prinsip kerjanya:

  • Pemisah Brown
    Alat pemisah debu yang bekerja dengan prinsip ini menerapkan prinsip gerak partikel menurut Brown. Alat ini dapat memisahkan debu dengan rentang ukuran 0,01 – 0,05 mikron. Alat yang dipatenkan dibentuk oleh susunan filamen gelas denga jarak antar filamen yang lebih kecil dari lintasan bebas rata-rata partikel.

  • Penapisan
    Deretan penapis atau filter bag akan dapat menghilangkan debu hingga 0,1 mikron. Susunan penapis ini dapat digunakan untuk gas buang yang mengandung minyak atau debu higroskopik.


    Electrostatic Precipitator

  • Pengendap elektrostatik

    Alat ini mengalirkan tegangan yang tinggi dan dikenakan pada aliran gas yang berkecepatan rendah. Debu yang telah menempel dapat dihilangkan secara beraturan dengan cara getaran. Keuntungan yang diperoleh dari penggunaan pengendap elektrostatik ini ialah didapatkannya debu yang kering dengan ukuran rentang 0,2 – 0,5 mikron. Secara teoritik seharusnya partikel yang terkumpulkan tidak memiliki batas minimum.


  • Pengumpul sentrifugal

    Pemisahan debu dari aliran gas didasarkan pada gaya sentrifugal yang dibangkitkan oleh bentuk saluran masuk alat. Gaya ini melemparkan partikel ke dinding dan gas berputar (vortex) sehingga debu akan menempel di dinding serta terkumpul pada dasar alat. Alat yang menggunakan prinsip ini digunakan untuk pemisahan partikel dengan rentang ukuran diameter hingga 10 mikron lebih.

  • Pemisah inersia

    Pemisah ini bekerja atas gaya inersia yang dimiliki oleh partikel dalam aliran gas. Pemisah ini menggunakan susunan penyekat sehingga partikel akan bertumbukan dengan penyekat dan akan dipisahkan dari aliran fasa gas. Alat yang bekerja berdasarkan prinsip inersia ini bekerja dengan baik untuk partikel yang berukuran hingga 5 mikron.

  • Pengendapan dengan gravitasi

    Alat yang bekerja dengan prinsip ini memanfaatkan perbedaan gaya gravitasi dan kecepatan yang dialami oleh partikel. Alat ini akan bekerja dengan baik untuk partikel dengan ukuran yang lebih besar dari 40 mikron dan tidak digunakan sebagi pemisah debu tingkat akhir.

    Di industri, terdapat juga beberapa alat yang dapat memisahkan debu dan gas secara bersamaan (simultan). Alat-alat tersebut memanfaatkan sifat-sifat fisik debu sekaligus sifat gas yang dapat terlarut dalam cairan. Beberapa metoda umum yang dapat digunakan untuk pemisahan secara simultan ialah:


    Irrigated Cyclone Scrubber

  • Menara percik

    Prinsip kerja menara percik ialah mengkontakkan aliran gas yang berkecepatan rendah dengan aliran air yang bertekanan tinggi dalam bentuk butiran. Alat ini merupakan alat yang relatif sederhana dengan kemampuan penghilangan sedang (moderate). Menara percik mampu mengurangi kandungan debu dengan rentang ukuran diameter 10-20 mikron dan gas yang larut dalam air.

  • Siklon basah

    Modifikasi dari siklon ini dapat menangani gas yang berputar lewat percikan air. Butiran air yang mendandung partikel dan gas yang terlarut akan dipisahkan dengan aliran gas utama atas dasar gaya sentrifugal. Slurry dikumpulkan di bagian bawah siklon. Siklon jenis ini lebih baik daripada menara percik. Rentang ukuran debu yang dapat dipisahkan ialah antara 3 – 5 mikron.

  • Pemisah venture

    Metode pemisahan venturi didasarkan atas kecepatan gas yang tinggi pada bagian yang disempitkan dan kemudan gas akan bersentuhan dengan butir air yang dimasukkan di daerah sempit tersebut. Alat ini dapat memisahakan partikel hingga ukuran 0,1 mikron dan gas yang larut di dalam air.

  • Tumbukan orifice plate

    Alat ini disusun oleh piringan yang berlubang dan gas yang lewat orifis ini membentur lapisan air hingga membentuk percikan air. Percikan ini akan bertumbukkan dengan penyekat dan air akan menyerap gas serta mengikat debu. Ukuran partikel paling kecil yang dapat diserap ialah 1 mikron.

  • Menara dengan packing

    Prinsip penyerapan gas dilakukan dengan cara mengkontakkan cairan dan gas di antara packing. Aliran gas dan cairan dapat mengalir secara co-current, counter-current, ataupun cross-current. Ukuran debu yang dapat diserap ialah debu yang berdiameter lebih dari 10 mikron.

  • Pencuci dengan pengintian

    Prinsip yang diterapkan adalah pertumbuhan inti dengan kondensasi dan partikel yang dapat ditangani ialah partikel yang berdiameter hingga 0,01 mikron serta dikumpulkan pada permnukaan filamen.

  • Pembentur turbulen

    Pembentur turben pada dasarnya ialah penyerapan partikel dengan cara mengalirkan aliran gas lewat cairan yang berisi bola-bola pejal. Partikel dapat dipisahan dari aliran gas karena bertumbukkan dengan bola-bola tersebut. Efisiensi penyerapan gas bergantung pada jumlah tahap yang digunakan.

    Pemilihan Teknologi

    Teknologi pengendalian harus dikaji secara seksama agar penggunaan alat tidak berlebihan dan kinerja yang diajukan oleh pembuat alat dapat dicapai dan memenuhi persyaratan perlindungan lingkungan. Faktor-faktor yang mempengaruhi pemilihan teknologi pengendalian dan rancangan sistemnya ialah:

  1. watak gas buang atau efluen
  2. tingkat pengurangan limbah yang dibutuhkan
  3. teknologi komponen alat pengendalian pencemaran
  4. kemungkinan perolehan senyawa pencemar yang bernilai ekonomi

    Industri-industri di Indonesia terutama industri milik negara telah menerapakan sistem pengendalian pencemaran udara dan sistem ini terutama dikaitkan dengan proses produksi serta penanggulangan pencemaran debu.

Microsoft Access 2007

Database adalah kumpulan dari data-data yang saling terkait/berhubungan dengan suatu objek, topik, atau tujuan khusus tertentu. Yang diolah menggunakan software DBMS (Database Managemen System)

Contoh Software DBMS : Oracle, MySQL, Microsoft Access, dll

Didalam mengolah database, Access 2007 memiliki sarana atau objek yang dapat mempermudah dalam membangun sebuah database. Objek-objek tersebut antara lain :

Objek

Fungsi

Table

Merupakan tempat atau sarana untuk penyimpanan data

Query

Digunakan untuk menyaring data dengan berbagai kriteria dan urutan yang

Diinginkan

Form

Digunakan untuk memasukkan dan mengubah data/informasi yang ada di dalam

suatu database dengan menggunakan tampilan formulir

Report

Digunakan untuk menampilkan, mencetak data atau informasi dalam bentuk

Laporan

Ada beberapa istilah yang harus diketahui pada saat bekerja dalam Access 2007 yaitu:

  1. Table : sekumpulan data yang memiliki topik tertentu. Tabel terdiri dari berbagai Field dan Record.
  2. Field : tempat atau di mana data atau informasi dalam kelompok yang sama atau sejenis dimasukkan. Field umumnya tersimpan dalam bentuk kolom secara vertikal pada tabel.
  3. Record : merupakan data lengkap dalam jumlah tunggal yang biasanya tersimpan dalam bentuk baris secara horizontal pada tabel.

Gmb 2.1 Contoh Tabel,Field dan Record

Untuk memulai membuat sebuah database baru ikuti langkah-langkah berikut :

I.    Dibagian awal tampilan (Gmb 2.2)pilih Blank Database, tentukan nama database Anda dan juga lokasi file-nya.

                                                                         Gmb 2.2 Tampilan dialog Blank Database

II.    Klik tombol Create untuk membuat sebuah database atau tombol Cancel untuk membatalkan proses pembuatan file database.

Untuk membuka file database dapat dilakukan dengan langkah berikut :

  1. Klik Office Button
    pada pojok kiri atas, lalu klik Open.
  2. Di dalam daftar folder, cari folder atau alamat tempat disimpannya file database yang akan digunakan.
  3. Ketika sudah menemukan file database yang diinginkan, pilih salah satu langkah di bawah ini:

    Double klik file database untuk membukanya.

 Pilih file database yang diinginkan lalu klik tombol Open untuk membukanya.

Untuk menutup database yang aktif kita bisa . Klik Office Button dan pilih Exit Access atau bisa juga dengan mengklik tombol perintah Close pada pojok kanan atas.

Sebelum Anda merancang dan membuat tabel baru, sebaiknya Anda mengenal terlebih dahulu berbagai jenis data yang akan ditempatkan pada setiap field.

Jenis Data

Keterangan

Text

Dapat menerima huruf, angka, symbol, spasi dan tanda baca. Jumlah karakter yang

dapat ditampung sampai 255 karakter.

Memo

Untuk    pemasukkan teks yang panjang    dan berguna    untuk memberikan

keterangan/catatan dan lain-lain. Jumlah karakter maksimum 64.000 karakter.

Number

Untuk pemasukkan data yang berjenis numerik maupun angka biasa. Ukuranya

tergantung dari property Field Size yang digunakan

Date/Time

Untuk menampung data waktu yaitu hari, tanggal, jam dan menit.

Currency

Untuk menampung data yang berjenis angka dengan format mata uang.

Auto Number

Untuk mengisi field dengan nomor urut otomatis untuk masing-masing record.

Yes/No

Untuk menampung dua macam keadaan atau pilihan, Yes (ya) atau No (tidak).

OLE Object

Untuk menampung objek yang berasal dari aplikasi lain dari proses OLE

(Object Linking dan Embedding). Ukuran yang disediakan bisa mencapai 1 GB.

Hyperlink

Merupakan kombinasi teks dan angka. Dapat diisi dengan alamat hyperlink agar

bisa terkait dengan data yang tersimpan di lokasi tertentu.

Lookup Wizard

Memungkinkan anda untuk membuat sebuah daftar pilihan yang

berguna untuk pemilihan nilai dari tabel atau daftar.

Membuat dan Merancang Tabel Baru

Untuk membuat dan merancang tabel baru dengan menggunakan fasilitas Create table in Design View, ikuti langkah berikut :

I.    Buka file database yang Anda inginkan atau membuat sebuah database baru dengan langkah- langkah yang sudah dijelaskan pada Bab sebelumnya.

II.    Ketika pertama kali database dibuat atau dimunculkan, maka secara otomatis akan timbul tampilan    Table1    dalam    format    Datasheet    View.    Walaupun begitu tidak disarankan merancang tabel dalam format datasheet view karena struktur dan jenis data tabel tidak terlalu terlihat. Oleh karena itu, pilih tab Datasheet → View → Design View.

                                                                           

Gmb 3.1 Design View pada Ribbon Views

III.    Maka secara otomatis anda akan diminta memasukkan nama tabel. Ketikkan nama tabel yang ingin anda buat. Lalu tekan OK.

IV.    Setelah itu akan muncul tampilan Design view dengan nama field yang secara otomatis terisi dengan ID. Hapus/ganti nama field tersebut jika tidak diperlukan.f

                                                                     

                                                                                         Gmb 3.3 Tampilan awal Design View

Catatan::

Karena pada buku ini kita akan membahas tentang pengelolaan database sebuah Toko yang melayani penjualan dan rental buku, maka kita sesuaikan dengan study kasusnya.

V.    Pada jendela design view isikan struktur tabel seperti di bawah ini :


Gmb 3.4 Struktur Tabel Tbuku Ceria

VI.    Pada Field Name, ketikkan nama field sesuai dengan struktur tabel di atas. Maksimum nama field 64 karakter dan tidak boleh mengandung titik (.).

              VII.    Pada Data Type pilih jenis data sesuai struktur tabel di atas.

VIII.    Pada Description isikan keterangan dari nama field beserta properties yang diubah (sebagai contoh field size dari nama field yang ada). Isikan sesuai dengan perubahan yang Anda buat pada field di sebelahnya.

IX.    Pada saat mengisi nama field , anda perlu menentukan nama field mana yang akan dijadikan Primary Key. Misalkan nama field Kode BUKU (posisi kursor dalam keadaan aktif di field name Kode BUKU) dijadikan sebagai primary key (biasanya field yang dijadikan primary key harus mengandung nilai yang UNIQUE dan bisa dijadikan acuan untuk nilai yang lain), maka langkahnya sebagai berikut:

  1. Pilih Field yang akan dijadikan primary key contoh: Kode BUKU.

ii.    Pilih Design Primary Key.


Gmb 3.5 Tampilan Primary Key

X.    Pada kotak Field Properties, terdapat beberapa pilihan yaitu :

Catatan::

Pada tabel dibawah menjabarkan Field Properties secara General.

Perintah

Fungsi

Field Size

Untuk menentukan jumlah maksimum karakter yang diisikan pada field

tersebut

Format

Untuk menentukan format tampilan data

Input Mask

Untuk menentukan standarisasi tampilan pada saat memasukkan data di

Layar

Decimal Place

Untuk menentukan jumlah angka desimal yang diinginkan

Caption

Untuk menempatkan keterangan sebagai judul kolom, form, atau laporan

Default Value

Untuk menempatkan data yang sering digunakan atau data yang sama pada

field tertentu agar selalu ditampilkan kembali

Validation Rule

Untuk mengontrol atau membatasi sampai sejauh mana data yang anda

masukkan dalam sebuah database

Validation Text

Untuk menampilkan keterangan atau pesan apabila data yang dimasukkan

tidak sesuai dengan batasan yang ada di validation rule

Required

Untuk mengatur apakah field ini boleh dikosongkan atau tidak pada saat

pengisian record

Allow Zero Length

Untuk mendefinisikan nilai blank (“”) yang membedakannya dengan nilai null

Indexed

Untuk membuat index pada field yang disorot

Pada Properti Format berbeda-beda untuk setiap tipe datanya :


Type Data Date/Time. Tabel berikut ini menguaraikan Predifine Format yang tersedia untuk tipe data Date/Time.

Setting

Keterangan

General Date

Merupakan nilai default. Setting ini tergantung Regional Setting Properties

yang Anda gunakan. Contoh : 4/3/2009,05:30:00 PM

Long Date

Contoh : Saturday, April 3, 2009

Medium Date

Contoh : 3-Apr-09

Short Date

Contoh : 4/3/2009

Long Time

Contoh : 5:34:23 PM

Medium Time

Contoh : 5:34 PM

Short Time

Contoh : 17:34

Selain setting yang diatas anda juga dapat menggunakan simbol-simbol untuk mendefinisikan format

tanggal dan waktu sendiri.

Setting

Hasilnya

ddd”,”mmmd”,”yyy

Mon, Jun 2, 2009

mmmm dd”,”yyyy

June 02, 2009

“This is week number “ww

This is week number 20

“Today is “dddd

Today is Saturday


Type Data Currency.

Setting

Keterangan

General Number

Merupakan nilai default. Menampilkan bilangan sebagaimana bilangan tersebut

dimasukkan.

Currency

Menggunakan pemisah ribuan, menampilkan bilangan negatif di dalam kurung.

Fixed

Menampilkan paling sedikit satu digit bilangan.

Standart

Menggunakan pemisah ribuan.

Percent

Mengalikan nilai yang dimasukkan dengan 100 dan menambahkan tanda persen

(%).

Scientific

Menggunakan notasi standart sains.


Type Data Memo

Simbol

Keterangan

@

Karakter teks (baik karakter maupun spasi) harus diisikan (required)

&

Karakter teks harus diisikan

<

Semua karakter menjadi huruf kecil

>

Semua karakter menjadi huruf kapital

Pada properti Input Maks, dapat mengandung sampai tiga bagian yang dipisahkan dengan tanda titik

koma (;).

Bagian

Keterangan

Pertama

Menentukan input maks itu sendiri, contoh : !(999) 999-9999.

Kedua

Menentukan bilamana Access 2007 menyimpan karakter yang tampil dalam tabel

ketika Anda memasukan data. Jika Anda gunakan 1 atau kosong, maka hanya karakter yang Anda ketikkan yang disimpan ke dalam tabel.

Ketiga

Menentukan karakter yang Access 2007 tampilkan sebagai spasi bilamana Anda harus

mengetikkan karakter dalam input maks. Anda dapat menggunakan semua karakter,

termasuk spasi yang diapit tanda kutip (” “) yang menggambarkan string kosong.

Ketika Anda membuat input maks, Anda dapat menggunakan karakter khusus bagi data yang harus

dimasukkan dan bagi data yang opsional. Karakter-karakter ini menentukan tipe data, seperti bilangan acak karakter yang Anda harus masukkan untuk setiap karakter dalam input maks.

Simbol

Keterangan

0

Digit (0 s.d 9, harus dimasukkan, tanda plus [+] dan tanda minus[-] tidak diperkenankan)

9

Digit atau spasi (tidak harus dimasukkan , tanda plus dan minus tidak diperkenankan)

#

Digit atau spasi (tidak harus dimasukkan spasi ditampilakan sebagai kosong ketika dama

mode Edit, tetapi kosong dihilangkan ketika data disimpan, tanda plus dan minus

diperkenankan)

L

Huruf (A s.d Z, harus dimasukkan)

?

Huruf (A s.d Z, tidak harus dimasukkan)

A

Huruf atau digit (harus dimasukkan)

a

Huruf atau digit (tidak harus dimasukkan)

&

Semua karakter atau spasi (harus dimasukkan)

C

Semua karakter atau spasi (tidak harus dimasukkan)

. , : ; – /

Pemisah decimal, pemisah ribuan, pemisah tanggal, dan pemisah waktu

<

Menyebabkan semua karakter diubah menjadi huruf kecil

>

Menyebabkan semua karakter diubah menjadi huruf besar

!

Menyebabkan input maks menampilkan dari kanan ke kiri. Karakter yang diketikkan ke

dalam maks selalu terisi dari kiri ke kanan

\

Menyebabkan karakter yang mengikuti ditampilkan sebagai karakter literal

Pada properti Index menggunakan setting di bawah ini :

Setting

Keterangan

No

Nilai default.Tidak terindeks.

Yes (Duplicates OK)

Index mengizikan duplikasi data.

Yes (No Duplicates)

Index tidak mengizikan duplikasi data.

XI.    Setelah selesai membuat struktur tabel di atas, simpan struktur tabel tersebut.

Modul Microsoft Access 2007

MICROSOFT ACCESS 2007

 

A. Pengertian Microsoft Access

 

Microsoft Access adalah suatu program aplikasi basis data komputer relasional yang digunakan untuk merancang, membuat dan mengolah berbagai jenis data dengan kapasitas yang besar.

Database adalah kumpulan tabel-tabel yang saling berelasi. Antar tabel yang satu dengan yang lain saling berelasi, sehingga sering disebut basis data relasional. Relasi antar tabel dihubungkan oleh suatu key, yaitu primary key dan foreign key.

B. Tampilan Microsoft Access 2007

C. Komponen Utama (Object)

1. Table

Table adalah objek utama dalam database yang digunakan untuk menyimpan sekumpulan data sejenis dalam sebuah objek.

Table terdiri atas :

a. Field Name : atribut dari sebuah table yang menempati bagian kolom.

b. Record : Isi dari field atau atribut yang saling berhubungan yang menempati bagian baris.

 

2. Query ( SQL / Structured Query Language )

Query adalah bahasa untuk melakukan manipulasi terhadap database. Digunakan untuk menampilkan, mengubah, dan menganalisa sekumpulan data.

Query dibedakan menjadi 2, yaitu :

  • DDL ( Data Definition Language ) digunakan untuk membuat atau mendefinisikan obyek-obyek database seperti membuat tabel, relasi antar tabel dan sebagainya.
  • DML ( Data Manipulation Language ) digunakan untuk manipulasi database, seperti : menambah, mengubah atau menghapus data serta mengambil informasi yang diperlukan dari database.

3. Form

Form digunakan untuk mengontrol proses masukan data (input), menampilkan data (output), memeriksa dan memperbaharui data.

4. Report

Form digunakan untuk menampilkan data yang sudah dirangkum dan mencetak data secara efektif.


D. Tipe Data

Field – field dalam sebuah tabel harus ditentukan tipe datanya. Ada beberapa tipe data dalam Access, yaitu : 

1. Text

Text digunakan untuk field alfanumeric (misal : nama, alamat, kode pos, telp), sekitar 255 karakter tiap fieldnya.

2. Memo

Memo dapat menampung 64000 karakter untuk tiap fieldnya, tapi tidak bisa diurutkan/diindeks.

3. Number

Number digunakan untuk menyimpan data numeric yang akan digunakan untuk proses perhitungan matematis.

4. Date/Time (Semua data dalam bentuk tanggal dan waktu)

5. Currency (data angka yang di format dalam bentuk mata uang)

6. Auto Number (Menampilkan nomer urut secara otomatis)

7. Yes/No (Data dalam bentuk logika True/False, On/Off).

8. OLE Object. OLE Object digunakan untuk eksternal objek, seperti bitmap atau file suara. Atau menyimpan data dalam bentuk gambar.

9. Hyperlink (Digunakan sebagai alamat hyperlink dalam jaringan web)

10. Lookup Wizard

Jika menggunakan tipe data ini untuk sebuah field, maka bisa memilih sebuah nilai dari tabel lain atau dari sebuah daftar nilai yang ditampilkan dalam combo box.


 

E. Membuka Microsoft Access & Membuat Database (New Project)

Langkah – langkah untuk membuka Microsoft Access dan membuat database :

1. Click Start >> All Program >> Microsoft Office >> Microsoft Access 2007

2. Kemudian akan tampil jendela Microsoft Access seperti gambar di bawah ini, lalu click Blank Database untuk membuat database.

3. Membuat database Buku.accdb kemudian click tombol create.

membuat form dan query

membuat tabel dan report

membuat tabel dan report

 

Membuat Table

Langkah – langkah untuk membuat tabel :

1. Click tab Create pada jendela

2. Click Table Design pada ribbon Tables

3. Masukkan nama field beserta tipe datanya, kemudian simpan tabel (Ctrl+S)

4. Kemudian click ribbon View pada tab Home, lalu pilih Datasheet View untuk masukkan data ke dalam tabel

G. Table Relationship

Table Relationship adalah relasi atau hubungan antara beberapa tabel. Relasi antar tabel dihubungkan oleh primary key dan foreign key. Untuk membuat relationship maka masing-masing tabel harus memiliki primary key dan foreign key untuk dapat menghubungkan antara tabel induk dengan tabel anak. Sehingga diperlukan teknik normalisasi terlebih dahulu sebelum membuat relationship antar tabel. Normalisasi merupakan proses pengelompokkan data elemen menjadi tabel yang menunjukkan entitas dan relasinya.

Ada beberapa macam relationship, yaitu :

relationship

Primary Key

Tabel memiliki primary key, yaitu suatu atribut yang tidak hanya mengidentifikasi secara unik suatu kejadian tetapi juga mewakili setiap kejadian dari suatu entitas.

Contoh Kasus :

  • • NIM dalam tabel Mahasiswa merupakan nilai unik yang tidak mungkin bersifat ganda. Karena setiap mahasiswa memiliki NIM yang berbeda antara mahasiswa yang satu dengan mahasiswa yang lain.

Foreign Key

Foreign key adalah atribut yang melengkapi relationship dan menunjukkan hubungan antara tabel induk dengan tabel anak. Foreign key ditempatkan pada tabel anak.

Contoh Kasus :

  • • UKDW memiliki banyak fakultas yaitu Teknik, Biologi, Ekonomi, Teologi. Dimana satu fakultas dapat dimiliki oleh banyak mahasiswa (One to Many). Relationship antar tabel dapat digambarkan sbb :

Pada Gambar diatas terdapat relationship antara tabel Mahasiswa dan Fakultas. Masing-masing tabel memiliki primary key. NIM merupakan primary key pada tabel Mahasiswa sedangkan ID_Fakultas merupakan primary key pada tabel Fakultas dan foreign key pada tabel Mahasiswa.

H. Membuat Form

Form adalah komponen utama yang terintegrasi secara khusus dan berfungsi sebagai :

1. Menginputkan data

2. Mengedit dan menampilkan data

3. Mengontrol application flow

4. Mencetak informasi.

Langkah – langkah untuk membuat form :

1. Click tab Create pada jendela

2. Click More Form pada ribbon Forms, kemudian pilih Form Wizard. Sehingga akan muncul kotak dialog Form Wizard.

3. Memilih tabel yang atribut-atributnya akan digunakan.

4. Click > atau >> untuk memilih atribut-atribut yang akan ditampilkan dalam form.

5. Memilih bentuk layout form kemudian click next.

6. Memilih style form kemudian click next.

form wizard

7. Kemudian simpan form dengan nama Buku, lalu click finish. Lalu akan tampilan Form View sbb :

8. Untuk mengatur tampilan form dapat dilakukan pada tampilan Design View. Click tab Home, kemudian pada ribbons Views click Design View.

Gambar diatas menunjukkan tampilan Design View yang digunakan untuk mengubah susunan form sesuai dengan keinginan user. Pada Design View user dapat menambahkan tools ( misal : tombol navigasi, textbox, check box, list box ).

Thanks all, sampai bertemu lagi di sharing with ita with an other post.  🙂

Peristiwa Gerakan 30 September PKI (G 30 S PKI)

Peristiwa Gerakan 30 September PKI (G 30 S PKI)

Pada 30 September 1965, enam jenderal senior dan beberapa orang lainnya dibunuh dalam upaya kudeta yang disalahkan kepada para pengawal istana (Cakrabirawa) yang loyal kepada PKI dan pada saat itu dipimpin oleh Letkol. Untung. Panglima Komando Strategi Angkatan Darat saat itu, Mayjen Soeharto kemudian mengadakan penumpasan terhadap gerakan tersebut.

Isu Dewan Jenderal

Pada saat-saat yang genting sekitar bulan September 1965 muncul isu adanya Dewan Jenderal yang mengungkapkan adanya beberapa petinggi Angkatan Darat yang tidak puas terhadap Soekarno dan berniat untuk menggulingkannya. Menanggapi isu ini, Soekarno disebut-sebut memerintahkan pasukan Cakrabirawa untuk menangkap dan membawa mereka untuk diadili oleh Soekarno. Namun yang tidak diduga-duga, dalam operasi penangkapan jenderal-jenderal tersebut, terjadi tindakan beberapa oknum yang termakan emosi dan membunuh Letjen Ahmad Yani, Panjaitan, dan Harjono.

Isu Dokumen Gilchrist

Dokumen Gilchrist yang diambil dari nama duta besar Inggris untuk Indonesia Andrew Gilchrist beredar hampir bersamaan waktunya dengan isu Dewan Jenderal. Dokumen ini, yang oleh beberapa pihak disebut sebagai pemalsuan oleh intelejen Ceko di bawah pengawasan Jenderal Agayant dari KGB
Rusia, menyebutkan adanya “Teman Tentara Lokal Kita” yang mengesankan bahwa perwira-perwira Angkatan Darat telah dibeli oleh pihak Barat[4]. Kedutaan Amerika Serikat juga dituduh memberikan daftar nama-nama anggota PKI kepada tentara untuk “ditindaklanjuti”. Dinas intelejen Amerika Serikat mendapat data-data tersebut dari berbagai sumber, salah satunya seperti yang ditulis John Hughes, wartawan The Nation yang menulis buku “Indonesian Upheaval”, yang dijadikan basis skenario film “The Year of Living Dangerously”, ia sering menukar data-data apa yang ia kumpulkan untuk mendapatkan fasilitas teleks untuk mengirimkan berita.

Isu Keterlibatan Soeharto

Hingga saat ini tidak ada bukti keterlibatan/peran aktif Soeharto dalam aksi penculikan tersebut. Satu-satunya bukti yang bisa dielaborasi adalah pertemuan Soeharto yang saat itu menjabat sebagai Pangkostrad (pada zaman itu jabatan Panglima Komando Strategis Cadangan Angkatan Darat tidak membawahi pasukan, berbeda dengan sekarang) dengan Kolonel Abdul Latief di Rumah Sakit Angkatan Darat

Korban

Keenam pejabat tinggi yang dibunuh tersebut adalah:

  • Letjen TNI Ahmad Yani (Menteri/Panglima Angkatan Darat/Kepala Staf Komando Operasi Tertinggi)
  • Mayjen TNI Raden Suprapto (Deputi II Menteri/Panglima AD bidang Administrasi)
  • Mayjen TNI Mas Tirtodarmo Haryono (Deputi III Menteri/Panglima AD bidang Perencanaan dan Pembinaan)
  • Mayjen TNI Siswondo Parman (Asisten I Menteri/Panglima AD bidang Intelijen)
  • Brigjen TNI Donald Isaac Panjaitan (Asisten IV Menteri/Panglima AD bidang Logistik)
  • Brigjen TNI Sutoyo Siswomiharjo (Inspektur Kehakiman/Oditur Jenderal Angkatan Darat)

Jenderal TNI Abdul Harris Nasution yang menjadi sasaran utama, selamat dari upaya pembunuhan tersebut. Sebaliknya, putrinya Ade Irma Suryani Nasution dan ajudan beliau, Lettu CZI Pierre Andreas Tendean tewas dalam usaha pembunuhan tersebut.

Selain itu beberapa orang lainnya juga turut menjadi korban:

Para korban tersebut kemudian dibuang ke suatu lokasi di Pondok Gede, Jakarta yang dikenal sebagai Lubang Buaya. Mayat mereka ditemukan pada 3 Oktober.

Pasca kejadian

Pada tanggal 1 Oktober 1965 Sukarno dan sekretaris jendral PKI Aidit menanggapi pembentukan Dewan Revolusioner oleh para “pemberontak” dengan berpindah ke Pangkalan Angkatan Udara Halim di Jakarta untuk mencari perlindungan.

Pada tanggal 6 Oktober Sukarno mengimbau rakyat untuk menciptakan “persatuan nasional”, yaitu persatuan antara angkatan bersenjata dan para korbannya, dan penghentian kekerasan. Biro Politik dari Komite Sentral PKI segera menganjurkan semua anggota dan organisasi-organisasi massa untuk mendukung “pemimpin revolusi Indonesia” dan tidak melawan angkatan bersenjata. Pernyataan ini dicetak ulang di koran CPA bernama “Tribune”.

Pada tanggal 12 Oktober 1965, pemimpin-pemimpin Uni-Sovyet Brezhnev, Mikoyan dan Kosygin mengirim pesan khusus untuk Sukarno: “Kita dan rekan-rekan kita bergembira untuk mendengar bahwa kesehatan anda telah membaik…Kita mendengar dengan penuh minat tentang pidato anda di radio kepada seluruh rakyat Indonesia untuk tetap tenang dan menghindari kekacauan…Imbauan ini akan dimengerti secara mendalam.”

Pada tanggal 16 Oktober 1965, Sukarno melantik Mayjen Suharto menjadi Menteri/Panglima Angkatan Darat di Istana Negara. Berikut kutipan amanat presiden Sukarno kepada Suharto pada saat Suharto disumpah[5]:

Saya perintahkan kepada Jenderal Mayor Soeharto, sekarang Angkatan Darat pimpinannya saya berikan kepadamu, buatlah Angkatan Darat ini satu Angkatan dari pada Republik Indonesia, Angkatan Bersenjata daripada Republik Indonesia yang sama sekali menjalankan Panca Azimat Revolusi, yang sama sekali berdiri diatas Trisakti, yang sama sekali berdiri diatas Nasakom, yang sama sekali berdiri diatas prinsip Berdikari, yang sama sekali berdiri atas prinsip Manipol-USDEK.

Manipol-USDEK telah ditentukan oleh lembaga kita yang tertinggi sebagai haluan negara Republik Indonesa. Dan oleh karena Manipol-USDEK ini adalah haluan daripada negara Republik Indonesia, maka dia harus dijunjung tinggi, dijalankan, dipupuk oleh semua kita. Oleh Angkatan Darat, Angkatan Laut, Angkatan Udara, Angkatan Kepolisian Negara. Hanya jikalau kita berdiri benar-benar di atas Panca Azimat ini, kita semuanya, maka barulah revousi kita bisa jaya.

Soeharto, sebagai panglima Angkatan Darat, dan sebagai Menteri dalam kabinetku, saya perintahkan engkau, kerjakan apa yang kuperintahkan kepadamu dengan sebaik-baiknya. Saya doakan Tuhan selalu beserta kita dan beserta engkau!

Dalam sebuah Konferensi Tiga Benua di Havana di bulan Februari 1966, perwakilan Uni-Sovyet berusaha dengan segala kemampuan mereka untuk menghindari pengutukan atas penangkapan dan pembunuhan orang-orang yang dituduh sebagai PKI, yang sedang terjadi terhadap rakyat Indonesia. Pendirian mereka mendapatkan pujian dari rejim Suharto. Parlemen Indonesia mengesahkan resolusi pada tanggal 11 Februari, menyatakan “penghargaan penuh” atas usaha-usaha perwakilan-perwakilan dari Nepal, Mongolia, Uni-Sovyet dan negara-negara lain di Konperensi Solidaritas Negara-Negara Afrika, Asia dan Amerika Latin, yang berhasil menetralisir usaha-usaha para kontra-revolusioner apa yang dinamakan pergerakan 30 September, dan para pemimpin dan pelindung mereka, untuk bercampur-tangan di dalam urusan dalam negeri Indonesia.”

Asumsi Penangkapan dan pembunuhan

Dalam bulan-bulan setelah peristiwa ini, semua anggota dan pendukung PKI, atau mereka yang dianggap sebagai anggota dan simpatisan PKI, semua partai kelas buruh yang diketahui dan ratusan ribu pekerja dan petani Indonesia yang lain dibunuh atau dimasukkan ke kamp-kamp tahanan untuk disiksa dan diinterogasi. Pembunuhan-pembunuhan ini terjadi di Jawa Tengah (bulan Oktober), Jawa Timur (bulan November) dan Bali (bulan Desember). Berapa jumlah orang yang dibantai tidak diketahui dengan persis – perkiraan yang konservatif menyebutkan 500.000 orang, sementara perkiraan lain menyebut dua sampai tiga juga orang. Namun diduga setidak-tidaknya satu juta orang menjadi korban dalam bencana enam bulan yang mengikuti kudeta itu.

Dihasut dan dibantu oleh tentara, kelompok-kelompok pemuda dari organisasi-organisasi muslim sayap-kanan seperti barisan Ansor NU dan Tameng Marhaenis PNI melakukan pembunuhan-pembunuhan massal, terutama di Jawa Tengah dan Jawa Timur. Ada laporan-laporan bahwa Sungai Brantas di dekat Surabaya menjadi penuh mayat-mayat sampai di tempat-tempat tertentu sungai itu “terbendung mayat”.

Pada akhir 1965, antara 500.000 dan satu juta anggota-anggota dan pendukung-pendukung PKI telah menjadi korban pembunuhan dan ratusan ribu lainnya dipenjarakan di kamp-kamp konsentrasi, tanpa adanya perlawanan sama sekali. Sewaktu regu-regu militer yang didukung dana CIA
[1] menangkapi semua anggota dan pendukung PKI yang terketahui dan melakukan pembantaian keji terhadap mereka, majalah “Time” memberitakan:

“Pembunuhan-pembunuhan itu dilakukan dalam skala yang sedemikian sehingga pembuangan mayat menyebabkan persoalan sanitasi yang serius di Sumatra Utara, di mana udara yang lembab membawa bau mayat membusuk. Orang-orang dari daerah-daerah ini bercerita kepada kita tentang sungai-sungai kecil yang benar-benar terbendung oleh mayat-mayat. Transportasi sungai menjadi terhambat secara serius.”

Di pulau Bali, yang sebelum itu dianggap sebagai kubu PKI, paling sedikit 35.000 orang menjadi korban di permulaan 1966. Di sana para Tamin, pasukan komando elite Partai Nasional Indonesia, adalah pelaku pembunuhan-pembunuhan ini. Koresponden khusus dari Frankfurter Allgemeine Zeitung bercerita tentang mayat-mayat di pinggir jalan atau dibuang ke dalam galian-galian dan tentang desa-desa yang separuh dibakar di mana para petani tidak berani meninggalkan kerangka-kerangka rumah mereka yang sudah hangus.

Di daerah-daerah lain, para terdakwa dipaksa untuk membunuh teman-teman mereka untuk membuktikan kesetiaan mereka. Di kota-kota besar pemburuan-pemburuan rasialis “anti-Tionghoa” terjadi. Pekerja-pekerja dan pegawai-pegawai pemerintah yang mengadakan aksi mogok sebagai protes atas kejadian-kejadian kontra-revolusioner ini dipecat.

Paling sedikit 250,000 orang pekerja dan petani dipenjarakan di kamp-kamp konsentrasi. Diperkirakan sekitar 110,000 orang masih dipenjarakan sebagai tahanan politik pada akhir 1969. Eksekusi-eksekusi masih dilakukan sampai sekarang, termasuk belasan orang sejak tahun 1980-an. Empat tapol, Johannes Surono Hadiwiyino, Safar Suryanto, Simon Petrus Sulaeman dan Nobertus Rohayan, dihukum mati hampir 25 tahun sejak kudeta itu.

Supersemar

Lima bulan setelah itu, pada tanggal 11 Maret 1966, Sukarno memberi Suharto kekuasaan tak terbatas melalui Surat Perintah Sebelas Maret. Ia memerintah Suharto untuk mengambil “langkah-langkah yang sesuai” untuk mengembalikan ketenangan dan untuk melindungi keamanan pribadi dan wibawanya. Kekuatan tak terbatas ini pertama kali digunakan oleh Suharto untuk melarang PKI. Sebagai penghargaan atas jasa-jasanya, Sukarno dipertahankan sebagai presiden tituler diktatur militer itu sampai Maret 1967.

Kepemimpinan PKI terus mengimbau massa agar menuruti kewenangan rejim Sukarno-Suharto. Aidit, yang telah melarikan diri, ditangkap dan dibunuh oleh TNI pada tanggal 24 November, tetapi pekerjaannya diteruskan oleh Sekretaris Kedua PKI Nyoto.

Peringatan

Sesudah kejadian tersebut, 30 September diperingati sebagai Hari Peringatan Gerakan 30 September. Hari berikutnya, 1 Oktober, ditetapkan sebagai Hari Kesaktian Pancasila. Pada masa pemerintahan Soeharto, biasanya sebuah film mengenai kejadian tersebut juga ditayangkan di seluruh stasiun televisi di Indonesia setiap tahun pada tanggal 30 September. Selain itu pada masa Soeharto biasanya dilakukan upacara bendera di Monumen Pancasila Sakti di Lubang Buaya dan dilanjutkan dengan tabur bunga di makam para pahlawan revolusi di TMP Kalibata. Namun sejak era Reformasi bergulir, film itu sudah tidak ditayangkan lagi dan hanya tradisi tabur bunga yang dilanjutkan.

Pada 29 September4 Oktober 2006, diadakan rangkaian acara peringatan untuk mengenang peristiwa pembunuhan terhadap ratusan ribu hingga jutaan jiwa di berbagai pelosok Indonesia. Acara yang bertajuk “Pekan Seni Budaya dalam rangka memperingati 40 tahun tragedi kemanusiaan 1965” ini berlangsung di Fakultas Ilmu Budaya Universitas Indonesia, Depok. Selain civitas academica Universitas Indonesia, acara itu juga dihadiri para korban tragedi kemanusiaan 1965, antara lain Setiadi, Murad Aidit, Haryo Sasongko, Sasuke, dan Putmainah.