Perilaku Tercela

Hai penjelajah dunia maya, kali ini kamu ada di sharingwithita. Ini merupakan hasil tulisan saya yang pertama langsung saja, let’s sharing with ita.๐Ÿ™‚

Rasulullah SAW selalu menganjurkan kepada setiap penganut agama islam untuk menjauhi delapan sikap tercela yang manakala ada dapat menyebabkan tampilnya bencana. Baik dalam hubungan seorang ataupun antara masyarakat dan Negara. Berikut sikap yang harus di jauhi adalah:

  1. Selalu merasa sedih dan kecewa, yang senantiasa menyisakan sikap putus asa dan akibatnya menyerahkan segala sesuatu tanpa berusaha.
  2. Perasaan gelisah, seakan selalu di kejar bayang-bayang.
  3. Lemah baik fisik (jasad), perasaan (kalbu) ataupun akal fikiran, yang berujung dengan menjadikan diri siap untuk di tindas orang lain.
  4. Malas, sehingga tertutupnya pintu keberhasilan.
  5. Sikap pengecut, yang menghambat diri untuk berusaha secara sungguh-sungguh.
  6. Bakhil, yang akibatnya dapat tidak menghiraukan keadaan keliling, hapusnya solideritas, hilangnya kepedulian. Sikap bakhil dapat pula berdampak kepada pengejaran kesenangan (harta) duniawiyah tanpa menghiraukan kepentingan orang lain (individualistis).
  7. Selalu dalam cengkraman hutang, yang berakibat kurangnya ukuran kepantasan dan kepatuhan .

Perilaku Tercela:

A. HASUD

Hasad secara Bahasa berarti iri atau dengki, jadi pengertian hasad adalah perasaan tidak senang saat melihat orang lain mendapat kenikmatan dan kebahagiaan.

Nabi bersabda : โ€œJagalah dirimu dari sifat hasad, karena hasad itu dapat memakan kebaikan sebagaimana api memakan kayu bakarโ€ (HR. Abu Dawud).

ุฏูŽุจูŽู‘ ุงูู„ูŽูŠู’ูƒูู…ู’ ุฏูŽุงุกู ุงู„ุงูู…ูŽู…ู ู‚ูŽุจู’ู„ูŽูƒูู…ู’ ุงู„ุจูŽุบู’ุถูŽุงุกู ูˆูŽ ุงู„ุญูŽุณูŽูŽุฏู ู‡ููŠูŽ ุญูŽุงู„ูู‚ูŽุฉู ุงู„ุฏูู‘ูŠู’ู†ู ู„ุงูŽ ุญูŽุงู„ูู‚ูŽุฉู ุงู„ุดูŽู‘ุนู’ุฑู (ุฑูˆุงู‡ ุงุญู…ุฏ ูˆ ุชุฑู…ุฐู‰)

Artinya: โ€œTelah masuk ke tubuhmu penyakit-penyakit umat tedahulu, (yaitu) benci dan dengki, itulah yang membinasakan agama, bukan dengki mencukur rambut.โ€ (HR Ahmad dan Turmidzi)

Dalam hadits lain yang sanadnya bersambung kepada Salim dari ayahnya, Rasulullah Saw bersabda:

ู„ุงูŽ ุญูŽุณูŽุฏูŽ ุฅูู„ุงูŽู‘ ููู‰ ุงุซู’ู†ูŽุจู’ู†ู ุฑูŽุฌูู„ู ุฃูŽุชูŽุงู‡ู ุงู„ู„ู‡ู ุนูŽุฒูŽู‘ ูˆูŽุฌูŽู„ูŽู‘ ุงู„ู‚ูุฑู’ุงู†ูŽ ููŽู‡ููˆูŽ ุจูŽู‚ููˆู’ู…ู ุจูู‡ู ุฃูŽู†ูŽุงุก ุงู„ู„ูŽู‘ูŠู’ู„ู ูˆูŽุงู„ู†ูŽู‘ู‡ูŽุงุฑู ุŒ ูˆ ุฑูŽุฌูู„ู ุฃูŽุชูŽุงู‡ู ุงู„ู„ู‡ู ู…ูŽุงู„ุงู‹ ููŽู‡ููˆูŽ ูŠูู†ู’ููู‚ูู‡ู ููู‰ ุงู„ุญูŽู‚ูู‘ ุฃูŽู†ูŽุงุก ุงู„ู„ูŽู‘ูŠู’ู„ู ูˆูŽุงู„ู†ูŽู‘ู‡ูŽุงุฑู ูŽ

โ€œTidak diperbolehkan hasud kecuali kepada dua orang, yakni kepada seorang laki-laki yang diberikan al-Qurโ€™an oleh Allah Swt sedangkan dia mengamalkannya siang dan malam; dan kepada seorang laki-laki yang diberikan harta oleh Allah Swt lalu dia menginfakannya di jalan yang benar siang dan malamโ€. (HR Bukhari dan Muslim)

  • Ada 2 hal tentang hasad :
  1. Perasaan benci ketika orang lain mendapat nikmat dan menginginkan nikmat itu hilang dari padanya, ini di sebut iri dan dengki.
  2. Perasaan tidak benci saat orang lain mendapat nikmat dan tidak mengharapkan nikmat itu hilang darinya, tetapi ada keinginan untuk mendapatkan nikmat yang serupa, ini di sebut ghibthoh.
  • Bahaya Perbuatan Hasud

Sifat hasud sangant membahayakan kehidupan manusia antara lain:

  1. menyebabkan hati tidak tenang karena selalu akan memikirkan bagaimana keadaan itu dapat hilang dari seseorang.
  2. Menghancurkan persatuan dan kesatuan, karena biasanya orang yang hasud akan mengadu domba dan suka menfitnah
  3. Menghancurkan kebaikan yang ada padanya.

Contoh hasad : Melihat rumah orang lain lebih bagus, hati menjadi benci.

  • Cara menghindari ย hasad :
  1. Mengetahui bahaya hasad.
  2. Ridho dengan takdir Allah SWT.
  3. Banyak bersyukur.

B. Riya

Riyaโ€™ artinya memperlihatkan (menampakkan) diri kepada orang lain, supaya diketahui kehebatan perbuatannya, baik melalui pembicaraan, tulisan ataupun sikap perbuatan dengan tujuan mendapat perhatian, penghargaan dan pujian manusia, bukan ikhlas karena Allah. Riyaโ€™ itu bisa terjadi dalam niat, yaitu ketika akan melakukan pekerjaan. Bisa juga terjadi ketika melakukan pekerjaan atau setelah selesai melakukan suatu pekerjaan.

Allah SWT berfirman : โ€œDan Kami hadapi segala amal yang mereka kerjakan, lalu Kami jadikan amal itu (bagaikan) debu yang beterbangan.โ€ (Al-Furqan: 23).

  • Macam โ€“macam riya:

1. Riyaโ€™ dalam Niat

Riyaโ€™ dalam niat, yaitu ketika mengawali pekerjaan, dia mempunyai keinginan untuk mendapat pujian, sanjungan dan penghargaan dari orang lain, bukan karena Allah. Padahal niat itu sangat menentukan nilai dari suatu pekerjaan.

Nabi Muhammad SAW bersabda:

ุงูู†ูŽู‘ู…ูŽุง ุงู„ุฃูŽุนู’ู…ูŽุงู„ู ุจูุงู„ู†ูู‘ูŠูŽุงุชู โ€ฆ (ุฑูˆุงู‡ ู…ุณู„ู…)

Artinya: โ€œsesungguhnya segala perbuatan itu tergantung niatnya.โ€ (HR Muslim)

2. Riyaโ€™ dalam Perbuatan

Riyaโ€™ dalam perbuatan ini, misalnya ketika mengerjakan shalat dan bersedekah. Orang riyaโ€™ ini dalam mengerjakan shalat biasanya dai memperlihatkan kesungguhan, kerajinan dan kekhusyukannya jika dia berada di tengah-tengah orang atau jamaah. Sehingga orang lain melihat dia berdiri, rukuk, sujud dan sebagainya. Orang yang riyaโ€™ dalam shalatnya akan celaka diakhirat nanti. Sebagaimana dijelaskan dalam Al Qurโ€™an surat Al Maun ayat 4-7:

โ€œ Maka kecelakaanlah bagi orang-orang yang shalat, (yaitu) orang-orang yang lalai dari shalatnya, . orang-orang yang berbuat riyaโ€™], dan enggan (menolong dengan) barang berguna.โ€ (QS Al Maun : 4-7)

  • Bahaya perbuatan riya :
  1. Selalu merasa tidak puas, sakit hati, ketika orang lain tidak menyanjungnya dan berterimakasih.
  2. diolok-olok dan dicaci oleh orang yang telah dibantu atau memberinya dengan riyaโ€™ itu.
  • Cara menghindari perbuatan Riya :
  1. Selalu senantiasa berbuat ikhlas, tanpa ingin di pandang orang lain sebagai orang yang baik, dan rajin beramal dan biarlah Allah SWT yang menilai dan membalas segala amal perbuatan kita.
  2. Selalu mendekatkan diri kepada Allah SWT agarย  terhindar dari perbuatan riya.
  3. Menjadi orang yang mensyukuri nikmat Allah SWT.

C. ANIAYA

Aniaya adalah perbuatan bengis seperti penyiksaan atau penindasan. Menganiaya berarti menyiksa, menyakiti dan berbagai bentuk ketidak sewengan seperti menindas, mengambil hak orang lain dengan paksa dan lain-lainnya.

Firman Allah SWT :

โ€œSesungguhnya pembalasan terhadap orang-orang yang memerangi Allah dan Rasul-Nya dan membuat kerusakan di muka bumi, hanyalah mereka dibunuh atau disalib, atau dipotong tangan dan kaki mereka dengan bertimbal balik[414], atau dibuang dari negeri (tempat kediamannya). Yang demikian itu (sebagai) suatu penghinaan untuk mereka didunia, dan di akhirat mereka beroleh siksaan yang besar.โ€ (QS Al Maidah : 33)

Dari ayat tersebut, dinyatakan bahwa hukuman bagi penganiaya diberlakukan sesuai dengan jenis perbuatan yang dilakukannya, yaitu sebagai berikut:

  1. Jika menganiaya dan membunuh korban serta mengambil hartanya, penganiaya dihukum dibunuh dan disalib
  2. Jika ia hanya mengambil harta tanpa membunuh korbannya maka hukumannya dihukum potong tangan dan kakinya dengan cara silang.
  3. Jika ia tidak mengambil harta dan membunuh karena tetangkap sebelum sempat melakukan sesuatu atau hanya menakui0nakuti saja maka hukumannya adalah dipenjara.

D. ANANIAH

Pengertian Ananiah adalah sifat yang hanya mementingkan dirinya sendiri tanpa memperhatikan kepentingan orang lain. Sifat ananiah bias di sebut juga sifat egois. Sifat ananiah bertentangan dengan agama islam, karena orang islam harus memperhatikan orang islam lainnya, sebagaimana Nabi SAWย  bersabda: โ€œTidak beriman salah seorang dari kalian sehingga mencintai untuk saudaranya apa yang di cintai untuk dirinya.โ€ (HR. Bukhori dan Muslim)

Firman Allah SWT :โ€œdan tolong menolonglah kalian dalam kebaikan dan jangan tolong menolong dalam berbuat dosa dan permusuhan.โ€ (QS. Al-maidah 2)

Ada beberapa kewajiban seorang muslim terhadap muslim lainnya, diantaranya menjawab salam, menjenguk orang sakit, mengantar jenazah, menghadiri undangan, dan mendoakan orang yang bersin.

  • Cara menghindari Ananiah:
  1. Banyak silaturahmi.
  2. Menyadari bahwa manusia itu makhluk sosial yang saling membutuhkan.
  3. Banyak belajar agama.
  4. Memahami bahwa orang lain adalah saudara kita.

E. GHADAB

Ghadab artinya marah,marah terjadi akibat tidak dapat menahan emosi bila perasaan tersinggung atau hati merasa tidak puas terhadap sesuatu. Dalil larangan marah nabi bersabda: โ€œJangan marah, beliau Nabi mengulangi beberapa kali, jangan marah.โ€ (HR. Tirmidzi)

  • Cara menghindari marah:
  1. Membaca taโ€™awudz
  2. Sering membaca istigfar
  3. Bila marah hendaklah segera berwudhu. Nabi bersabda : sesungguhnya marah itu berasal dari setan, dan setan di ciptakan dari api. Api hanya dapat di padamkan dengan air, maka jika salah seorang marah hendaklah berwudhu. (HR. Abu dawud, ahmad)
  4. Jika marah saat berdiri, maka duduklah, jika saat duduk berbaringlah.

F. GHIBAH

Ghibah artinya menyebut-nyebut orang lain yang tidak ada disisinya dengan suatu perkataan yang membuatnya tidak suka (menggunjing).

Allah SWT berfirman: โ€œjanganlah kalian menggunjing (ghibah) sebagian kalian dengan sebagian apakah senang memakan daging saudaranya sendiri yang sudah mati.โ€ (QS. Al Hujurot 12).

  • Cara menghindari ghibah:
  1. Selalu husnudzan kepada orang lain.
  2. Memikirkan kesalahan sendiri.
  3. Menggunakan waktu dengan yang bermanfaat.
  4. Menutup aib orang lain.

G. NAMIMAH

Namimah ialah pembicaraan atau perbuatan seseorang yang tujuannya untuk mengadu domba orang lain, sengaja terjadi pertengkaran atau perpecahan dan permusuhan.

Nabi bersabda:ย  โ€œtidak masuk surga orang yang mengadu dombaโ€. (HR. Bukhari dan Muslim)

  • Cara menghindari namimah:
  1. Banyak belajar tentang hukum naminah dan bahayanya.
  2. Mengurangi pembicaraan yang tidak bermanfaat.
  3. Berfikir sebelum bicara.

H. DISKRIMINASI

Diskriminasi merujuk kepada pelayanan yang tidak adil terhadap individu tertentu, di mana layanan ini dibuat berdasarkan karakteristik yang diwakili oleh individu tersebut. Diskriminasi merupakan suatu kejadian yang biasa dijumpai dalam masyarakat manusia, ini disebabkan karena kecenderungan manusian untuk membeda-bedakan yang lain. Ketika seseorang diperlakukan secara tidak adil karena karakteristik suku, antargolongan, kelamin, ras, agama dan kepercayaan, aliran politik, kondisi fisik atau karateristik lain yang diduga merupakan dasar dari tindakan diskriminasi

  1. 1. Diskriminasi langsung, terjadi saat hukum, peraturan atau kebijakan jelas-jelas menyebutkan karakteristik tertentu, seperti jenis kelamin, ras, dan sebagainya, dan menghambat adanya peluang yang sama.
  2. 2. Diskriminasi tidak langsung, terjadi saat peraturan yang bersifat netral menjadi diskriminatif saat diterapkan di lapangan.

Sekian tulisan saya kali ini yang berjudul perilaku tercela, oke semua sampai berjumpa lagi di sharing with ita with an other post. ย :D

One thought on “Perilaku Tercela

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s